Skip to main content

Posts

Labil : FMIPA atau Farmasi

Sebelum berperang melawan ujian semester, ada baiknya gue nulis dulu, takut kepala gue meledak karena kata-kata tak bisa tersalurkan. Jadi gue mau cerita tentang ke- labil -an gue yang kambuh beberapa minggu lalu. Saat itu keluarga gue pada ngumpul dirumah  karena ada acara mendoa. Banyak dari mereka yang sholatnya di kamar gue, a.k.a kerajaan tersuci Indah Fitrialita, karena disana banyak terdapat hal memalukan; sampah makanan, tulisan orat-oret dan lebih extream lagi 'celana dalam'. Kebetulan malam itu bertepatan jadwal gue les di salah satu bimbel di Jambi, dan gue lebih milih hengkang dari rumah karena merasa tak akan dicari saat acara berlangsung, hiks. Dan beruntungnya entah kesambet apaan, sebelum pergi bimbel, gue beresin kamar gue hingga bersih dan kinclong. Mulai dari celana dalam yang suka lupa gue taro di keranjang, sampah-sampah bekas makanan kemarin malam dan mug isi kopi yang baunya sudah semerbak menghiasi ruangan (kebiasaan sih, apalagi hari libur, hhehe). ...

Lobang Kakus Sekolah

Postingan ini terinspirasi dari cerita pendek karangan Eka Kurniawan yang judulnya Corat-coret di Toilet. Salah satu cerpen favorit gue untuk abad ke-duapuluhsatu ini. Cerpen itu menceritakan tentang  toilet di sebuah kampus dengan segala coretan-coretan ala-ala anak revolusi gitu. Hingga gue tersadar pengin juga nulis dengan objek toilet sekolah gue -_- lol. Bagi yang belum baca cerpennya, buruan dah beli, karena bukunya dijamin keren! Oke, mari kita mulai. Toilet , Kakus, Kloset atau WC (bahasa Inggris: water closet ) adalah perlengkapan rumah yang kegunaan utamanya sebagai tempat pembuangan kotoran , yaitu air seni dan feses . Kalo disekolah gue dibagi jadi dua; toilet cowo dan toilet cewe. Jika keduanya tak dipisah, akan banyak terjadi kenyelenehan yang hakiki, wkwkwk. Sht, forget it! Baiklah, setelah tau apa itu toilet, selanjutnya gue bakal ceritain toilet cewe di sekolah gue. Untuk toilet cowo gue skip aja dah, ga kuat gue kalo mau ceritainnya, dan juga gue ga tau...

Untuk Ke-Bego-an Gue

Malam ini tiba-tiba gue diundang ke Multichat Line sama temen, isinya anak-anak Olimpiade di sekolah gue. Seketika terbesit saat-saat menjelang olim tiba, gue berubah jadi super ambis. Tiap hari gue pelatihan dari pagi ampe jam lima sore. Gue bahas soal-soal olim tahun-tahun sebelumnya. Hhh masa-masa yang belum pernah gue alami karena  itu merupakan olimpiade pertama gue. Sebenernya kalo diinget-inget, awal mula gue nyantol di olimpiade itu absurd banget. Cuma karena ga sengaja lewat di depan perpustakaan sehabis dari ruang guru, mau menuju ke fotocopy yang kebetulan harus lewat perpus dulu. Saat gue ngelintas perpus, gue ngeliat banyak banget sepatu berjejer di raknya - yang faktanya itu adalah peristiwa terlangka yang pernah gue liat, karena pada dasarnya perpus tempat tersepi saat itu, bahkan menyaingi kuburan- alhasil gue masuk dengan rasa penasaran. Sewaktu gue buka pintu perpustakaan, gue langsung disuguhkan pemandangan kakak kelas yang sedang presentasi di depan siswa-sis...

Sendirian

Segala bentuk kehakikian dalam hidup salah satunya adalah kesunyian. Faktanya, semua orang butuh waktu sendiri. Butuh berdiam diri tanpa ada orang sekitar yang tau tentang apa yang difikirkan. Entah dari kapan, pokoknya gue demen banget sunyi. Disekolah kalo temen gue ada yang teriak-teriak gajelas karena main ML, itu gue males banget. Di rumah pun gitu, adek gue, di kamar mandi suka nyanyi karena dia kira suaranya bagus kalo lagi di kamar mandi. But trust me, suara dia ancur banget. Sampai-sampai gue mikir mau budekin telinga. Selain kesunyian, gue suka dengan 'sendirian'. Ke sekolah sendirian, ke kantin sendirian (walau temen gue ada yang ngikut), di rumah seringnya mendap di kamar sendirian. Sendiri seperti ga ada beban. Ga ada yang harus di tunggu. Seperti, you know, lebih bebas, nikmati hidup dan lepas. Suka sendiri bukan berarti tak butuh orang lain. Kebanyakan orang-orang salah kaprah mengira penyendiri lebih individual dan egois. Padahal sebenernya gue pikir-pikir,...

Biarin J O M B L O

Jadi postingan ini bakal gue dedikasikan untuk ke-jomblo-an gue yang kurang lebih sudah empat tahun (ngenes banget) berlalu dan insyaallah bakal dipertahankan :v Gue ngerasa label 'Jones' yang sering dipakai para manusia taken untuk menjuluki manusia lain yang belum juga punya pasangan itu tepat sekali. Awalnya Jones (red: Jomblo Ngenes) sering jadi bahan lelucon yang menurut gue kurang ber-prikemanusiaan dan melanggar Undang Undang Dasar 1945. Sisi pandang gue waktu itu, bahwa yang jomblo ga selalu ngenes. Mereka tetap bahagia dengan apa yang dia punya. Namun belakangan gue sadar, label itu memang cocok ditanggalkan untuk pelaku jomblo yang kebanyakan dari mereka pasti ngerasa ngenes. Ga usah jauh-jauh, contohnya aja gue. Selama masa SMA gue emang ga pernah pacaran tapi banyak temen. Dari sekian puluh temen gue ada beberapa yang pacaran. Jadi kalo di grup chat line tuh temen gue yang pacaran sok sok ngirim capturan percakapan dia dengan cowonya, mengeluhkan betapa perhati...

Imajinasi Negatif Tahun Depan

Memasuki awal kelas dua belas membuat kantung mata gue yang udah lebar jadi tambah melar. Sosok panda pun terngiang-ngiang dikepala dan berusaha tidur dengan segera, tapi percuma, tiap malem gue ga bisa tidur karena mikirin tugas sekolah yang ga bisa nyelesain masalahnya sendiri. Saking gak mandirinya, dia maksa gue buat nyelesain dan dikumpul dengan tempo yang sangat mencekik leher. Bukan dibuat serius, tetapi gue hanya ingin menegaskan pada diri sendiri bahwa kelas duabelas ga bakal sempat tertawa lagi. Bijak mode-on. Setelah beberapa minggu sekolah, gue mulai dihujani puluhan tugas sekolah, tugas kelompok, tugas praktikum dan beberapa lembar kerja siswa yang harus diisi dan karena gue orang yang rempong, lembar kerja siswa yang di kertas selembar itu gue salin lagi ke catatan. Ya karena itu, gue orangnya rempong, takut kertasnya kececer, alhasil gue ga bisa jawab apa-apa pas ulangan. Gue jadi inget waktu akhir-akhir kelas sembilan SMP, gue pernah nanya dengan polosnya ke nyokap...