Skip to main content

Posts

Biarin J O M B L O

Jadi postingan ini bakal gue dedikasikan untuk ke-jomblo-an gue yang kurang lebih sudah empat tahun (ngenes banget) berlalu dan insyaallah bakal dipertahankan :v Gue ngerasa label 'Jones' yang sering dipakai para manusia taken untuk menjuluki manusia lain yang belum juga punya pasangan itu tepat sekali. Awalnya Jones (red: Jomblo Ngenes) sering jadi bahan lelucon yang menurut gue kurang ber-prikemanusiaan dan melanggar Undang Undang Dasar 1945. Sisi pandang gue waktu itu, bahwa yang jomblo ga selalu ngenes. Mereka tetap bahagia dengan apa yang dia punya. Namun belakangan gue sadar, label itu memang cocok ditanggalkan untuk pelaku jomblo yang kebanyakan dari mereka pasti ngerasa ngenes. Ga usah jauh-jauh, contohnya aja gue. Selama masa SMA gue emang ga pernah pacaran tapi banyak temen. Dari sekian puluh temen gue ada beberapa yang pacaran. Jadi kalo di grup chat line tuh temen gue yang pacaran sok sok ngirim capturan percakapan dia dengan cowonya, mengeluhkan betapa perhati...

Imajinasi Negatif Tahun Depan

Memasuki awal kelas dua belas membuat kantung mata gue yang udah lebar jadi tambah melar. Sosok panda pun terngiang-ngiang dikepala dan berusaha tidur dengan segera, tapi percuma, tiap malem gue ga bisa tidur karena mikirin tugas sekolah yang ga bisa nyelesain masalahnya sendiri. Saking gak mandirinya, dia maksa gue buat nyelesain dan dikumpul dengan tempo yang sangat mencekik leher. Bukan dibuat serius, tetapi gue hanya ingin menegaskan pada diri sendiri bahwa kelas duabelas ga bakal sempat tertawa lagi. Bijak mode-on. Setelah beberapa minggu sekolah, gue mulai dihujani puluhan tugas sekolah, tugas kelompok, tugas praktikum dan beberapa lembar kerja siswa yang harus diisi dan karena gue orang yang rempong, lembar kerja siswa yang di kertas selembar itu gue salin lagi ke catatan. Ya karena itu, gue orangnya rempong, takut kertasnya kececer, alhasil gue ga bisa jawab apa-apa pas ulangan. Gue jadi inget waktu akhir-akhir kelas sembilan SMP, gue pernah nanya dengan polosnya ke nyokap...

Kepingan Memori Masa Kecil

Beberapa kisah saat gue SD yang memalukan dan entah lulus sensor atau nggak, mungkin bisa jadi pembelajaran buat yang baca bahwa pengalaman aneh itu seru untuk diceritakan kembali (gajelas) Oke, lanjut SD kelas dua gue punya temen namanya Fadhila. Berperawakan seperti cewe-cewe Jepang pada umumnya, yaahh seksi lah, roknya juga di atas lutut (gue baru sadar kalo rok merah diatas lutut itu seksi). Rambutnya sering dijalin satu. Gue gak tau kenapa bisa deket dan main bareng, tapi yang bisa gue inget dari dia salah satunya yaitu sering di ledekin pake popok bayi. Setiap gue mau keluar main (yang anak SMA nyebutnya istirahat ya, ehhe) sama dia, temen-temen kelas gue yang lain selalu ngunciin pintu kelas dari luar dan teriak-teriak 'FADHILA PAKE POPOK, FADHILA PAKE POPOK' . Kebanyakan dari komplotan mereka itu anak cowo-cowo yang sama sekali ga gue inget nama-namanya sampe sekarang. Gue cuma bisa diem dan ngelongo karena Fadhila udah nangis tersedu sedan. Mungkin ledekan sepe...

Temen Ambis + Pinter di Sekolah Gue

Di awal kelas dua belas ini gue sudah ancang-ancang akan memilih perguruan tinggi mana. Sudah juga buat plan nanti gue mau jadi apa setelah lulus kuliah. Tapi who knows? Mungkin saja Allah ngasih jalan lain yang lebih baik lagi. Oke, sebenarnya yang barusan tuh cuma intro doang wkwkw, karena gue ga tau harus ng-intro yang gimana. Say hai atau apalah gitu, rasanya sudah bosan. Jadi gue mau cerita mengenai anak pinter di sekolah gue yang beritanya sudah tersebar sejak gue kelas sepuluh. Tapi emang dasar guenya aja yang kudet, baru cerita sekarang.  Namanya tuh Suci (to the point aja dah), orangnya kecil mungil dan lucu. Seukuran anak SD lah, kurang dari 150 cm, tapi otaknya encer bet anjay. Gue tau dia karena temen kelas gue itu temenan sama dia. Mereka berdua setiap istirahat ketemuan di kantin kaya orang pacaran-_- Oh ya btw Suci itu dari anak IPA 1 dan gue dari IPA 3. Awal kelas sepuluh gue gak terlalu dekat dengan banyak orang, tapi memang gue sering liat temen gue (read: ce...

Sampul Bertuliskan Nama

sampul buku yang bertuliskan nama belum ku tau sosoknya belum ku tau semanis apa senyumnya tapi sudah dibuat penasaran saja ku buka halaman tengah kali saja pemilik buku meninggalkan catatan tapi tidak ada tulisan tangan yang ku temukan hanya seuntai bunga mawar kasihan mawar yang layu dimakan waktu seperti tak ada yang menginginkan mu pemiliknya? yah,romantis sekali mungkin ia ingin memberikan pada kekasih hati atau barangkali seseorang yang ia sukai iya, barangkali seseorang yang ia sukai -Jambi, 25 Juli 2017 untuk kamu yang mungkin tidak tau aku. untuk kamu yang bayangnya selalu aku cari di setiap sudut ruangan itu

Mengenai SBMPTN

Hai, saya Indah Fitrialita, salah satu murid SMA N 1 Kota Jambi yang sekarang duduk di bangku kelas dua belas (Senioryear) uhu wkwk. Minggu ini merupakan minggu awal saya masuk sekolah setelah libur kurang lebih empat minggu dan membuat saya lupa cara menulis dengan pena. Liburan ramadhan tahun ini sangat membosankan, ya, sama seperti ramadhan tahun kemarin. Entah terlalu banyak libur atau lama tak bertemu dengan doi, haha. Baiklah, post ini terinspirasi oleh senior saya yang sekarang telah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro, maba baru disana. Waktu libur kemarin saya iseng-iseng buka akun line Smansa dan menemukan salah satu senior saya lulus SBMPTN ITB. Hal itu membuat saya penasaran karena faktor keinginan yang kuat mengenyam pendidikan juga disana wkwk, dan ternyata saya mengenal dia. Lalu sontak saya cari namanya di google, dan rupanya dia juga menulis di blog. Saya tau dia waktu pengenalan soal Olimpiade dan ternyata dia sampai ke nasion...